Selamat datang di website resmi kami! Nikmati layanan dan pengalaman terbaik bersama kami. Tuhan Yesus memberkati.
Bacaan: Keluaran 3:17-22; 12:31-38
Sejak awal pengutusan Musa ke tengah-tengah orang Israel, Tuhan telah berjanji bukan hanya mengeluarkan mereka dari Mesir, melainkan juga membuat mereka membawa barang-barang emas dan perak dari bangsa itu. Namun, seiring berjalannya waktu, faktanya Firaun semakin menindas mereka. Bahkan setelah banyak tulah menimpa bangsa Mesir, masih juga tidak ada tanda-tanda bahwa mereka dapat meninggalkan negeri itu.
Pada hari ini, barangkali kita juga demikian. Di hati kita, Roh-Nya telah mendengungkan janji-Nya yang manis. Kesesakan yang kita alami, bagaimanapun, membuat kita merasa bahwa janji-Nya jauh dari genggaman kita. Bahkan kalaupun Tuhan memenuhinya pada akhirnya, kita mungkin berpikir bahwa semuanya hanya akan terjadi separuhnya saja dan tidak akan memuaskan kita, saking lamanya kita menderita dan berada dalam kegelapan yang seolah tanpa ujung.
Tidak disangka-sangka, ketika Tuhan “memukul” orang Mesir dengan tulah kesepuluh, Firaun pun akhirnya kehabisan akal dan segera mengusir bangsa Israel dari tanah mereka. Tepat sesuai dengan firman-Nya, orang Israel tidak meninggalkan Mesir dengan tangan hampa, melainkan membawa barang-barang emas dan perak serta kain-kain kepunyaan bangsa itu.
Memang, kita tidak perlu meragukan kesetiaan Tuhan hanya karena keadaan belum menunjukkan penggenapan yang kita nantikan. Bahkan ketika harapan kita hampir hilang, percayalah bahwa Dia setia terhadap apa yang telah diucapkan-Nya. Keraguan dapat membuat kita sulit melihat karya-Nya dan bertahan dalam penantian, tetapi keraguan kita bukanlah sesuatu yang dapat menggagalkan kehendak dan kesetiaan Tuhan.
Karena itu, jika kesuraman semakin menghinggapi Anda ketika Tuhan seolah belum menjawab pergumulan yang sedang dijalani, lebih mendekatlah kepada-Nya. Tetaplah berpegang pada iman dan serahkan waktu serta cara penggenapannya kepada Tuhan. Kisah Israel mengingatkan kita bahwa Dia sanggup membuka jalan ketika keadaan tampaknya tidak memberikan jalan keluar.
Pada waktunya, Tuhan dapat membawa kita keluar dari masa yang berat dan menolong kita melihat kebaikan-Nya dengan cara yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Namun, pengharapan kita bukan terutama karena kita tahu persis seperti apa hasil akhirnya, melainkan karena kita mengenal Dia sebagai Tuhan yang setia. Di tengah penantian yang panjang, kita dapat tetap percaya bahwa janji dan kasih-Nya tidak berubah.

Komentar 0
Bagikan pemikiran Anda mengenai artikel ini.
Belum ada diskusi
Jadilah yang pertama memberkati orang lain melalui komentar Anda.