Selamat datang di website resmi kami! Nikmati layanan dan pengalaman terbaik bersama kami. Tuhan Yesus memberkati.
Bacaan: Daniel 3:13-27
Pada masa Perang Vietnam, perwira militer AS James Stockdale ditawan di Vietnam Utara sejak tahun 1965 hingga akhirnya dibebaskan pada tahun 1973. Dalam pengalamannya sebagai tahanan perang, ia melihat bahwa sebagian tahanan yang terus berharap akan segera dibebaskan pada waktu tertentu justru mengalami kekecewaan yang mendalam ketika harapan itu tidak terwujud. Stockdale kemudian menjelaskan bahwa mereka yang bertahan bukanlah orang-orang yang menutup mata terhadap kenyataan, melainkan mereka yang mampu menghadapi kenyataan pahit sambil tetap memelihara harapan.
Ada kalanya Tuhan membiarkan kita harus menderita, bahkan mungkin sampai kita berada di ujung kehidupan. Namun, iman mengajarkan kita untuk tetap menyerahkan diri kepada kehendak-Nya. Kita boleh berharap Tuhan melepaskan kita dari penderitaan, tetapi kita juga belajar percaya bahwa kasih dan kesetiaan-Nya tidak berubah sekalipun jawaban yang diberikan-Nya tidak seperti yang kita harapkan.
Itulah yang terlihat dalam diri Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Ketegasan mereka untuk tidak menyembah patung emas yang dibuat Raja Nebukadnezar mengakibatkan mereka dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala dalam keadaan terikat. Mereka tahu bahwa Tuhan sanggup menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak menjadikan keselamatan dari perapian sebagai syarat untuk tetap setia kepada-Nya. Mereka berkata bahwa sekalipun Tuhan tidak melepaskan mereka, mereka tetap tidak akan menyembah dewa sang raja.
Tuhan kemudian menunjukkan kuasa-Nya. Raja Nebukadnezar dibuat takjub karena Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak terluka sedikit pun. Bahkan tidak ada bau kebakaran pada diri mereka. Peristiwa itu menjadi kesaksian bahwa Tuhan berkuasa menyertai umat-Nya di tengah keadaan yang tampaknya tidak mungkin dilalui.
Selalu ada harapan dalam Tuhan yang mengasihi kita. Keadaan yang membuat kita merasa tersudut sekalipun tidak harus membawa kita kepada keputusasaan. Kita mungkin tetap merasa takut, lelah, atau bergumul, tetapi kita tidak menjalaninya seorang diri.
Hadirat-Nya meneguhkan orang yang berpegang pada kebenaran-Nya. Karena itu, entah Tuhan memberi jalan keluar seperti yang kita harapkan atau membawa kita melewati jalan yang tidak pernah kita bayangkan, kita dapat tetap percaya kepada-Nya. Sebab harapan kita bukan terletak pada kepastian bahwa semua keadaan akan berjalan sesuai keinginan kita, melainkan pada kepastian bahwa Tuhan tetap setia dan tidak meninggalkan kita.

Komentar 0
Bagikan pemikiran Anda mengenai artikel ini.
Belum ada diskusi
Jadilah yang pertama memberkati orang lain melalui komentar Anda.