Selamat datang di website resmi kami! Nikmati layanan dan pengalaman terbaik bersama kami. Tuhan Yesus memberkati.
Bacaan: Yohanes 11:28-44
Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. (2 Petrus 3:8)
Kesal dan tentunya kecewa berat, itulah yang terjadi pada Maria dan Marta, saat akhirnya saudara mereka, Lazarus meninggal. Mereka yakin sekali bahwa Lazarus tidak akan mati, seandainya Yesus datang lebih cepat (ay. 32). Namun, sesungguhnya hal tersebut adalah bagian dari rencana-Nya, di mana Yesus hendak menunjukkan kepada orang banyak, betapa besar kuasa-Nya, dengan membangkitkan Lazarus dari kubur.
Kita pun juga mungkin demikian pada hari ini, di mana kita cenderung untuk mengatur Tuhan, beranggapan kalau Dia menopang kita di saat yang kita kehendaki, kesuraman tentunya tidak akan menghinggapi kita sekarang. Firman Tuhan dalam kitab Petrus menyatakan bahwa tidaklah sama waktu Tuhan dengan waktu kita. Kita barangkali berpikir bahwa respons-Nya terhadap masalah kita terlalu lama, bahkan sudah terlambat karena kita yang merasa telah terhempas habis, tanpa harapan. Dengan menyerahkan persoalan kita yang pelik ke dalam tangan-Nya, bagaimanapun kita akan menyaksikan bagaimana kuat kuasa-Nya bekerja di hidup kita, menghilangkan kegelapan pekat yang menyelimuti kita sekian lama, hingga jiwa kita bersorak memuji nama-Nya.
Alih-alih menumpahkan amarah Anda kepada Tuhan hingga hari-hari Anda menjadi rusak, mengapa tidak Anda lebih bersungguh-sungguh lagi mencari wajah-Nya? Bukan karena Dia tidak peduli terhadap kita, sebuah kesedihan besar yang “memukul” kita dengan telak dapat terjadi atas diri kita, melainkan Tuhan ingin agar melalui keadaan serbasuram tersebut, kita dapat mengalami-Nya, yakin sepenuhnya bahwa Dia memegang kontrol dan tentunya tahu yang terbaik bagi kita.
Karena Yesus adalah sumber kehidupan sejati, mari kita beralih dari keluh kesah yang hanya semakin mematahkan semangat kita, kepada terang-Nya yang bercahaya di tengah badai dashyat yang menerjang. Hati kita pun akan senantiasa diliputi oleh sukacita dan damai sejahtera, tenteram dalam naungan-Nya, hingga pada waktu-Nya, segala sesuatu yang menekan kita dengan hebatnya itu akan lenyap, berkat kuasa-Nya yang tak terbilang! (ksd)

Komentar 0
Bagikan pemikiran Anda mengenai artikel ini.
Belum ada diskusi
Jadilah yang pertama memberkati orang lain melalui komentar Anda.