Selamat datang di website resmi kami! Nikmati layanan dan pengalaman terbaik bersama kami. Tuhan Yesus memberkati.
Bacaan: Kisah Para Rasul 9:10-19
Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. (Kisah Para Rasul 9:15)
Barangkali begitu sering kita mengeluh dan kesal kepada Tuhan, mengapa seolah Tuhan masih memberikan kesempatan kepada orang yang sudah dianggap habis oleh dunia, saking menjijikannya kejahatan yang dilakukan olehnya. Kejengkelan kita kemudian memuncak ketika Dia menggerakkan hati kita untuk menyatakan kasih-Nya kepadanya karena menurut kita, orang tersebut tidaklah pantas untuk menerimanya.
Itu pula yang mungkin ada di benak Ananias, yang diutus oleh Tuhan untuk menemui Saulus dan menumpangkan tangan atasnya, yang sudah dia ketahui pasti bahwa orang tersebut terkenal sebagai penganiaya jemaat Kristus. Namun, Tuhan meyakinkannya bahwa Saulus yang kemudian dikenal sebagai Paulus, hendak Dia pakai sebagai alat bagi Kerajaan-Nya. Dia sungguh ingin menyembuhkan Saulus dari kebutaannya, alih-alih mencampakkannya, membiarkan menjadi pesakitan untuk selamanya.
Merasa diri lebih benar dari orang lain, inilah yang sering kali menjadi alasan bagi kita untuk memadamkan api Roh-Nya, untuk menjangkau mereka yang sudah ditolak oleh seisi dunia. Kiranya kita ingat bahwa pengampunan Tuhan adalah untuk semua orang, tidak ada dosa yang terlalu besar bagi-Nya, yang dapat membuat kita terhilang untuk selamanya sehingga tidak usah kita ragu, mencoba mengambil alih wewenang Tuhan, untuk memastikan bahwa meskipun orang tersebut sepenuhnya bertobat, tidak akan ada lagi kesempatan baginya untuk memperbaiki diri.
Pada hari ini, kita pun di hadapan Tuhan sama seperti seorang jahat yang nampaknya sudah “disudutkan”. Hanya ada kematian, maut yang menaungi kita yang telah menyakiti hati-Nya meskipun mungkin di mata orang lain, dosa yang kita perbuat masih bisa ditolerir. Jadi, mari kita tebarkan kasih karunia Allah yang cuma-cuma, yang telah memerdekakan kita seutuhnya, dengan menjawab “ya” atas panggilan Tuhan, memimpin mereka yang ingin terlepas dari kutuk dosa, agar sisa hidup mereka kemudian dapat digunakan untuk kemuliaan-Nya. (ksd)

Komentar 0
Bagikan pemikiran Anda mengenai artikel ini.
Belum ada diskusi
Jadilah yang pertama memberkati orang lain melalui komentar Anda.