Selamat datang di website resmi kami! Nikmati layanan dan pengalaman terbaik bersama kami. Tuhan Yesus memberkati.
Bacaan: Kejadian 6:9-22
Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. (Kejadian 6:9)
Dalam buku psikologi “@romansaku_” diungkapkan: “Kalau bukan sama dia, ya gapapa sendiri dulu aja. Kalau bukan sama dia, kamu masih bisa bahagia sendiri kok.” Seringkali begitu khawatirnya kita akan penerimaan orang lain, sampai kita tidak lagi menjadi diri sendiri, melakukan apa yang bertentangan dengan firman Tuhan, agar kita tidak “dikucilkan”, dianggap orang aneh yang tidak membawa kebaikan apapun bagi dunia.
Tidak demikian dengan Nuh. Di saat orang-orang sezamannya hidup dalam dosa, bagaimanapun dia adalah seorang yang taat kepada Tuhan. Bisa kita bayangkan, ejekan dan sikap permusuhan sudah menjadi bagian dari kesehariannya, tetapi nyatanya Nuh tidak memedulikan hal tersebut. Baginya hubungannya yang baik dengan Tuhan adalah segalanya, yang terbukti dengan berkat-Nya yang mengalir ke dalam hidupnya, hingga tahunya dirinya akan rencana penyelamatan Allah terhadapnya, di saat Dia akan memusnahkan seisi bumi dengan air bah.
Semuanya sungguh akan baik-baik aja selama Tuhan ada di pihak Anda. Memang rasanya tidak enak ketika demi membela kebenaran-Nya, kita seolah terasing dari dunia, seluruhnya membenci kita. Namun “keanehan” diri Anda sesungguhnya bernilai di mata-Nya, yang akan Tuhan bayar dengan sukacita dan damai sejahtera yang tak habis-habisnya di hari-hari yang Anda jalani, yang meyakinkan Anda bahwa diri Anda tidak terganggu sama sekali, sekalipun banyak orang termasuk yang terdekat harus menjauh, karena iman Anda kepada-Nya.
Yang terutama adalah Tuhan senang atas diri kita, alih-alih berusaha sedapat mungkin memuaskan orang lain, meskipun kita tahu pasti bahwa hal tersebut tidak berkenan di mata-Nya. Tidak akan timbul masalah apa-apa – Anda sungguh tidak akan kekurangan sesuatu apapun saat hidup Anda berada di tangan-Nya, daripada menekankan kepada diri Anda bahwa Anda tidak boleh berbeda sedikitpun dari kebanyakan orang, hingga akhirnya kesuraman menghinggapi diri Anda yang mentolerir dosa. (ksd)

Komentar 0
Bagikan pemikiran Anda mengenai artikel ini.
Belum ada diskusi
Jadilah yang pertama memberkati orang lain melalui komentar Anda.