Selamat datang di website resmi kami! Nikmati layanan dan pengalaman terbaik bersama kami. Tuhan Yesus memberkati.
Bacaan: 2 Raja-Raja 5:1-14
Kesembuhan Naaman, panglima raja Aram, dari sakit kustanya memang terjadi setelah dia mematuhi instruksi Nabi Elisa untuk mandi di Sungai Yordan sebanyak tujuh kali. Namun, sesungguhnya hal itu berawal dari kerendahan hatinya untuk mendengarkan nasihat dari seorang anak perempuan Israel yang menjadi pelayan istrinya.
Hanya berstatus sebagai seorang tawanan, lagipula dia hanyalah seorang anak perempuan, dibandingkan dengan pangkat tinggi yang disandang oleh Naaman. Namun, justru melalui dialah jalan menuju pertolongan Tuhan bagi pergumulan berat yang ditanggung Naaman akibat penyakitnya itu mulai terbuka.
Mungkin sering kali kita bertanya-tanya, mengapa Tuhan tidak kunjung menjawab doa kita. Bahkan, sepertinya Dia mengabaikan kita begitu saja di tengah kegelapan pekat yang melingkupi kita.
Sering kali, keterbatasan kitalah yang membuat kita sulit mengenali cara Tuhan bekerja. Kita cenderung berharap bahwa Tuhan menjawab doa kita melalui pewahyuan ilahi yang luar biasa, entah melalui suara-Nya yang langsung terdengar jelas atau saat kita sedang membaca firman-Nya.
Di samping itu, kita juga yakin bahwa Tuhan hanya berbicara melalui orang-orang yang terlihat “tinggi”, seperti pendeta atau mereka yang terlihat pintar dan berpengetahuan luas.
Jika kita mau mendengarkan suara Roh-Nya yang bergema di hati kita, bantuan yang kita nantikan ternyata bisa datang dari hal yang tidak pernah kita sangka-sangka. Demikian pula dengan ucapan anak perempuan Israel yang merupakan seorang tawanan. Perkataan sederhananya menuntun Naaman kepada Elisa dan akhirnya kepada kesembuhannya dari kusta.
Tuhan dapat memakai siapa pun untuk menolong Anda. Namun, barangkali kita justru mengabaikan pertolongan yang Tuhan hadirkan karena hati kita terlalu keras atau karena kita mengharapkan jawaban dalam bentuk tertentu.
Bisa jadi, jawaban yang selama ini kita nantikan sudah sangat dekat dengan kita. Karena itu, belajarlah untuk merendahkan hati, membuka telinga, dan peka terhadap cara Tuhan bekerja. Jangan sampai kita melewatkan begitu saja berkat yang hendak Dia limpahkan atas hidup kita.
(ksd)

Komentar 0
Bagikan pemikiran Anda mengenai artikel ini.
Belum ada diskusi
Jadilah yang pertama memberkati orang lain melalui komentar Anda.